Cacar Air, Gejala & Penanganannya

22 Mar 2014Redaksi Sehat Islami

Cacar Air, Gejala, & Penangannya 

Insya Alloh kali ini kita akan membahas sedikit tentang suatu penyakit yang pada umumnya menimpa buah hati kita, salah satunya adalah penyakit cacar air.

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas. Orang dewasa jarang terkena cacar air, tetapi bila terkena, biasanya akan lebih berat ketimbang balita. Pada dasarnya serangan virus ini terjadi saat sang anak  mengalami penurunan daya tahan tubuh, hal ini bisa ditandai dengan badan yang terasa panas. Jika daya tahan tubuh balita tinggi, maka penyakitnya bisa sembuh dalam jangka waktu sekitar dua minggu.

Gejala/ Tanda-Tanda

Pada permulaannya, anak akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Penyakit cacar air mudah sekali menular melalui: kontak langsung dengan luka penderita, atau benda lain yag dipakai penderita. Misalnya sapu tangan, handuk atau baju bekas pakai. Udara, misalnya lewat batuk atau bersin penderita. Bahkan nafas penderita yang terhirup orang yang berada di dekatnya pun bisa membuat orang lain tertular. Masa inkubasi (masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala awal penyakit) terjadi antara 14-16 hari.

Masa aktif penularan penyakit cacar air adalah 1-2 hari sebelum bintil pertama muncul, hingga 6-7 hari setelah bintil terakhir muncul. Lewat masa tersebut, secara klinis balita sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi. Artinya, dia sudah mulai diperbolehkan berdekatan bahkan bermain dengan orang lain.

Saran

  • Sebaiknya tetap berada di rumah dan jangan pergi ke luar rumah dahulu selama 5 hari setelah muncul bintik pertama.
  • Usahakan mengkonsumsi air putih yang banyak terutama bagi yang sudah di atas 2 tahun. Sementara yang masih dibawah 2 tahun harus sesering mungkin diberi ASI.
  • Oleskan minyak habbatusauda yang dapat mengurangi rasa panas serta gatal, sehingga anak tidak mencoba untuk menggaruknya karena bisa bertambah parah dan menimbulkan bekas jika bintik tersebut digaruk.
  • Jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah. Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar.
  •  Pastikan anak selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice
  • Mandi dengan air hangat.
  • Taburi bedak anti gatal pada bagian kulit yang terkena cacar.
  • Ganti baju lebih sering.
  •  Jangan menggaruk bagian yang terkena cacar.

Resep Herbal untuk penyakit Cacar Air

a. Untuk mandi

– Daun jarak sebanyak lima lembar

– air untuk mandi secukupnya

Cuci daun jarak hingga bersih kemudian rebus dengan air dalam satu panci. Aduk – aduk hingga daun jarak menjadi lunak dan hancur. Air rebusan tersebut dicampur dengan air mandi hingga suhunya cukup hangat. Mandilah dengan menggunakan cara diatas sebanyak 2 kali sehari sampai penyakit cacar air menjadi kering.

b. Untuk pemakaian luar

 Gunakan campuran kunyit dengan daun asam jawa secukupnya yang sebelumnya telah dicuci dan dihaluskan. Kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

c. Untuk obat minum

dapat menggunakan 2 buah mengkudu matang yang telah di jus. Lalu minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.

Pencegahan

Pada dasarnya, yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga sehingga virus apapun tidak mudah menyerang, hal ini bisa dilakukan dengan pemberian ASI selama 2 tahun, konsumsi makanan bergizi, madu, serta makanan yang dianjurkan Rasulullah SAW demi menjaga daya tahan tubuh. Jika ada tetangga atau saudara yang terkena cacar air, maka sebaiknya dihindari dulu untuk mencegah terjadinya penularan. Semoga bermanfaat.

(Red-HASMI/Bidan Risma, Am.Keb.)