Apakah Orang Yang Ditetapkan Masuk Neraka Bisa Dirubah Untuk Masuk Surga?

2 Nov 2017Redaksi Konsultasi

Nama : JN-001 JUBES NASUHA

Pertanyaan:
Ustadz, saya mau tanya katanya takdir itu sudah ditetapkan rizki, amal,jodoh kalau begitu apakah orang yang ditetapkan masuk neraka bisa dirobah untuk masuk sorga.

Jawaban:
Bismillah, Alhamdulillah wa sholallohu ala nabiyyina Muhammad.

Dari Ali bin Abi Thalib ia berkata,
“Kami duduk bersama Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun di surga.” Maka para sahabat bertanya, ‘”Wahai Rosululloh, kalau begitu apakah kami tinggalkan amal shalih & bersandar dgn apa yang telah dituliskan untuk kami (pasrah tidak berusaha)?”
Kemudian Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan/ditakdirkan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah untuk mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam membaca firman Alloh, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Alloh dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Ketika Umar bin Khaththab bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, Umar: Apakah amal yang kita lakukan itu kita sendiri yang memulai (belum ditakdirkan) ataukah amal yang sudah selesai ditentukan takdirnya? Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bahkan amal itu telah selesai ditntukan taqdirnya.” Umar: Jika demikian, untuk apa amal? Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Umar, orang tidak tahu hal itu (takdir), kecuali setelah beramal.” Umar: Jika demikian, kami akan bersungguh-sungguh, wahai Rosululloh.
(HR. al-Bazzar)

Sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala mentakdirkan seseorang masuk neraka bukan berarti Alloh subhanahu wata’ala memaksa seseorang kufur. Ini bukanlah akidah yang benar, Alloh subhanahu wata’al berlepas diri dari keyakinan demikian.

Dalam perkara-perkara yang sifatnya ghoib seperti takdir, maka saat mencernanya jangan mengedepankan akal pikiran kita, namun kita harus tunduk kepada nash wahyu berupa al quran dan as sunnah yang shohih. Karena sepintar apapun akal pikiran kita pasti memiliki keterbatasan dan kelemahan. Sedangkan wahyu itu bersumber dari Alloh subhanahu wata’ala yang maha sempurna dan tidak mungkin salah.

Kita hanya diperintahkan untuk beriman dan beramal. Alloh subhanahu wata’ala akan memberi balasan bagi kita pada hari kiamat berdasarkan apa yang telah kita usahakan dan amalkan, bukan berdasarkan apa yang Alloh subhanahu wata’ala tetapkan dan takdirkan di lauhul mahfuz.

Setiap perbuatan yang kita lakukan itu atas pilihan kita sendiri, bukan dipaksa. Misal: Alloh subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk sholat, saat adzan berkumandang maka kita bebas memilih Antara melakukan sholat ataukah tidak, yang jelas konsekuensi dari setiap perbuatan kita akan Alloh subhanahu wata’ala balas di akhirat.

Oleh karena itulah Alloh subhanahu wata’ala mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab yang tujuannya adalah sebagai petunjuk bagi kita, agar kita bisa menentukan pilihan kemana kita akan menuju, surga ataukah neraka?

Jadi takdir Alloh subhanahu wata’ala yang ditulis di lauhil mahfudz tidak akan bisa dirubah. Kewajiban kita adalah beriman dan beramal, serta tidak mengkritisi masalah takdir.

Wallohu ‘alam

Be Sociable, Share!