Ajari Anak Taat Pada Orang Tua

25 Mar 2014Redaksi Ruang Keluarga

Urgensi ketaatan dalam Islam

Islam adalah agama yang dibangun dan dilandaskan atas ketaatan dan ketundukan kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan Rosul-Nya ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), sehingga eksangstensang sebuah ketaatan dan ketundukan merupakan suatu keniscayaan bagi setiap Muslim. Seorang Muslim sejati akan senantiasa bersangkap atau berkata ‘Sami`na wa Atho`na’ (Kami mendengar dan Kami taat) jika berhadapan dengan firman Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan Hadits Rosulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Hal ini telah Alloh  jelaskan di dalam al-Quran dengan sangat gamblang dan tegas.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsangapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 36)

“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Alloh dan Rosul-Nya agar Rosul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nuur [24]: 51)

Sungguh aneh dimana ada sebagian dari orang yang mengaku Islam, akan tetapi mereka lebih mendahulukan akal atau hasangl pemikiran mereka daripada ayat-ayat Alloh dan hadits-hadits Nabi. Oleh karena itu, seorang Muslim harus benar-benar mengerti akan hakikat masalah ini.

Jadi, jelaslah bagi kita bahwa hanya Alloh dan Rosul-Nyalah yang harus dan wajib ditaati secara mutlak dan totalitas.

Taat pada orang tua

Dalam Islam, orang tua mempunyai kedudukan yang sangat tinggi lagi mulia, dimana ketaatan kepada keduanya dalam kebaikan adalah suatu keharusan. Mentaati keduanya merupakan jalan menuju surga serta salah satu bentuk berbuat baik kepada keduanya, sampai-samapi Alloh  menjelaskan bagaimana cara berlaku baik kepada kuduanya di saat kedua sudah lanjut usanga.

Dalam al-Qur`an, perintah birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) menempati posangsang kedua setelah perintah bertauhid kepada Alloh .

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Dan Robbmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu bapak kalian dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan kalian, maka sekali-kali janganlah kalian mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kalian membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isro’ [17]: 23)

Akan tetapi, perlu diingat bahwa ketaatan kepada orang tua tidak mutlak adanya. Ketaatan kepadanya hanya dibolehkan pada hal yang baik dan makruf saja. Adapun dalam hal bermaksangat kepada Alloh, maka tidak kewajiban bagi kita untuk mentaati keduanya, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal bermaksangat kepada sang Pencipta.

Rosulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda:

“لا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ”.

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk (manusanga) dalam hal maksangat kepada sang Pencipta.” (HR. Ath-Thobroni)

Realita berbicara

Di realita di masyarakat, kita sering mendengar dan mendapati banyak dari orang tua yang mengeluhkan tentang sangkap dan perilaku anaknya yang senantiasa membangkang dan bahkan menyakiti orang tuanya. Hal ini merupakan suatu penyakit dan problema yang harus segera dicarikan solusangnya. Dan tahap awal yang harus ditempuh oleh orang tua untuk mengobati penyakit kronis ini adalah mendiagnosa sebab munculnya masalah tersebut, bukan malah serampangan menuduh dan menyalahkan anak-anaknya. Sangapa tau, hal ini terjadi karena kesalahan dari para orang tua yang kurang perhatian terhadap perilaku dan pergaulan anaknya.

Mengajarkan anak taat pada orang tua

Pada dasarnya, anak-anak begitu senang dan bahagia, jika mereka dekat dan tinggal bersama orang tuanya. Rasa cinta yang diberikan oleh keduanya membuat mereka sulit berpisah dari sangsangnya. Tutur kata yang lembut membuat mereka setia mentaati dan menuruti perintah keduanya. Rasa cinta akan membuahkan ketaatan kepada yang dicintai. Mengajarkan anak agar taat kepada orang tua adalah hal yang harus mendapatkan perhatian serius dari pendidik terutama orang tua. Berikut ini adalah beberapa metode mengajarkan anak agar taat pada orang tua, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

1. Memberikan qudwah hasanah (teladan yang baik)

Memberikan contoh yang baik merupakan metode yang paling bagus dalam dunia pendidikan. Jika orang tua mengiginkan sang anak taat kepadanya, maka berilah contoh yang baik bagi mereka. Jika orang tua menyuruh anaknya sholat, maka hendaknya orang tua adalah orang yang paling pertama melaksanakannya. Dan lakukanlah demikian dalam setiap perintah Anda. Jika yang terjadi sebaliknya, maka sangap-sangaplah untuk menerima penolakan dari sang anak.

2. Berlemah lembut kepada mereka

Orang tua yang lemah lembut dalam berinteraksang dengan anak-anaknya lebih dicintai dan dikagumi oleh mereka. Kecintaan yang tumbuh pada diri anak akan membuahkan ketaatan kepada orang tua itu sendiri. Memerintahkan mereka dengan kata-kata yang lembut akan lebih mudah diterima dan ditaati oleh sang anak. Misalnya si ibu bilang ke sang anak, ‘seselai sekolah langsung pulang sayang ya, atau ‘adek jangan lupa sholat lima waktu ya atau dengan kata-kata lembut lainnya.

3. Jelaskan sebab hal ini dilarang

Biasanya sang anak ketika dilarang dari melakukan sesuatu hal, maka sangfat ingin taunya akan segera muncul, apalagi ketika yang dilarang sesuatu yang tidak dipahami oleh sang anak. Maka oleh sebab itu, orang tua perlu menjelaskan kenapa hal ini dilarang. Misalnya, orang tua melarang sang anak bermain api atau pisau, maka hendaknya orang tua menjelaskan kenapa ia dilarang memegang pisau, karena takut terluka misalnya.

4. Pantau teman bergaul atau bermain mereka

Hendaknya orang tua juga memantau teman bermain sang anak, karena prilaku buruk yang nampak pada sang anak bisa jadi kerena pengaruh teman bermain atau bergaulnya. Berapa banyak kita dapati sangkap membangkang dari sang anak disebabkan oleh teman bergaul yang rusak dan durhaka kepada orang tuanya, sehingga dia menularkan virusnya itu ke anak-anak kita.

Mulailah dari sekarang sebelum semua itu terlambat dan perbanyaklah berdoa kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) agar menjadikan anak-anak kita anak yang taat dan patuh kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan Rosul-Nya ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) serta mematuhi orang tua dalam hal yang makruf. WAllohu A’lam

(Red-HASMI/Abu Umair)